SUNGAI ITU SEKSI


Semoga anda terprovokasi dengan judul diatas, hehe. Kali ini saya menyuguhkan cerita tentang SUNGAI, dimana salah satu bagian alam ini banyak dijumpai di Indonesia dan selalu ada hal menarik yang dapat dipotret darinya.

Kebetulan saya terlahir di daerah yang dilewati sungai, yaitu sungai Cisadane. Sungai Cisadane adalah salah satu sungai utama di Propinsi Banten dan Jawa Barat. Sumbernya ada di Gunung Salak – Pangrango (Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kabupaten Tangerang) dan mengalir ke Laut Jawa. Nah, sungai yang panjangnya sekitar 80 km ini menjadi sumber air baku untuk minum, industri dan irigasi.

Bendungan Pintu 10 Cisadane (Foto : Koleksi Pribadi)

Dulu waktu saya sekolah (1990-2003), sungai Cisadane kotor banget dan beraroma anyir (sampe sekarang masih anyir sih (-_-;)..). Dan pas kuliah, eh ternyata masih sama..  (⌣_⌣..) . Airnya cokelat, sampahnya banyak, hadeuuh.. nggak seksi dah pokoknya. Namun, karena menyadari kondisi serta pentingnya peran dan posisi sungai ini, masyarakat dan pemerintah berupaya agar semakin hari sungai cisadane semakin berubah.

Dan, tadaa...

Manusia Menjadi Jenius Karena 3 Faktor

Manusia itu menjadi jenius karena 3 faktor : Pertama, karena diajar Tuhan langsung dari kandungan; Kedua, karena diajar Tuhan secara tak langsung melalui pengasuhan yang baik; Ketiga, karena diajar Tuhan secara tak langsung dari pengalaman pahit..

~ Ubaedy

[INFOGRAFIK] Bye, Ensiklopedia Britannica..


Ensiklopedia Britannica dikabarkan akan menyudahi penerbitan dalam bentuk cetak setelah mengalami penjualan yang jatuh. Memiliki/mengkoleksi 32 jilid Ensiklopedia Britannica seharga 1395 US$ adalah  ide lama dan usang ketika pada zaman ini informasi dan pengetahuan bersifat gratis dan tak terbatas. Siapa yang ikut mempengaruhi kejatuhan ini ? Wikipedia, tentu saja :)

Al-Ghazali Bertanya....

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,

"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.

"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"

Mewaspadai Penyakit Miopi dalam Pergerakan Dakwah

Menurut Wikipedia, miopi (dari bahasa Yunani : myopia, penglihatan-dekat) atau rabun jauh adalah sebuah kerusakan refraktif mata dimana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Penyakit ini menyebabkan seseorang hanya mampu melihat obyek dalam jarak dekat, dan tidak dapat melihat dalam jarak jauh.

Penyebab miopi dapat bersifat keturunan (herediter), ketegangan visual atau faktor lingkungan. Faktor herediter pada miopi pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menggunakan penglihatannya, seperti seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau televisi, atau seseorang yang menghabiskan banyak waktunya dengan melihat obyek dekat tanpa istirahat.

Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi misalnya pada rabun malam yang disebabkan oleh kesulitan mata untuk memfokuskan cahaya dan membesarnya pupil, keduanya karena kurangnya cahaya, menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata tidak difokuskan dengan baik.

Dapat juga terjadi keadaan pseudo-miopi atau miopi palsu disebabkan ketegangan mata karena melakukan kerja jarak dekat dalam waktu yang lama. Penglihatan mata akan pulih setelah mata diistirahatkan.

Miopi bisa disembuhkan dengan beberapa model terapi. Pemakaian lensa kontak kacamata dengan lensa sferis negatif merupakan pilihan utama untuk mengembalikan penglihatan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK)  atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Dapat juga dilakukan orthokeratologi atau terapi penglihatan (vision therapy).

Miopi Dakwah

Salah satu penyakit yang berbahaya dalam pergerakan dakwah adalah Miopi Dakwah. Penyakit ini dapat menyebabkan gerakan dakwah kehilangan arah, karena hanya disibukkan oleh hal-hal yang bersifat praktis dan kekinian. Aktivis dakwah sangat sibuk, menyita seluruh waktu dan perhatian, namun seluruhnya hanya terkait dengan menjawab persoalan dan target sesaat, karena tidak mampu melihat jarak jauh.